Japanese Railways (JR) mengembangkan magnetic levitation train (maglev)

Posted: March 27, 2011 in Latest Technology

Tanggal 14 Maret 2011 lalu baru saja dibuka railway museum oleh JR Tokai. Di dalam museum ini ditampilkan berbagai macam model kereta mulai dari awal perkembangan (kereta kuno) hingga yang sangat modern. Juga terdapat diorama, yaitu kereta-kereta miniatur berjalan di miniatur kota-kota besar seperti Tokyo dan Nagoya. Selain itu terdapat juga simulator N700 (bullet train tercanggih Jepang yang sudah dioperasikan massal, kecepatan maksimum 300 km/jam), teather SCMaglev, dan masih banyak lagi. Bagi Anda yang tertarik, lokasinya sangat mudah dijangkau dari Nagoya Station. Ambil Aonami Line dan turun di Kinjo Futo Sta (station terakhir), dan jalan kurang lebih 2 menit saja.

Bagi penggemar teknologi canggih, mungkin yang paling menarik perhatian adalah pameran perkembangan kereta magnetik levitasi, yaitu kereta yang digerakkan dengan tenaga medan magnet, tidak beroda seperti bullet train (sinkansen) konvensional yang masih menggunakan roda besi, tetapi melayang 10 cm di atas relnya sehingga bisa melesat dengan kecepatan melebihi 500 km/jam (sudah mendekati kecepatan pesawat udara).

Jika mengunjungi pameran JR ini, sebaiknya ikut antri gratis untuk masuk ke theater SC Maglev ini. Antri kurang lebih 30 menit, selanjutnya Anda akan menikmati 5 menit seakan di dalam kereta magnetik levitasi ini. Maglev ini memulai bergerak masih menggunakan roda, namun roda akan di masukkan setelah kecepatannya melebihi 150 Km/jam. Selanjutnya akan terus berakselesari hingga mencapai kecepatan 500 Km/jam. Jika melihat ke arah jendela, yang nampak adalah garis2 cahaya karena sangat cepatnya.

Disamping model MagLev MLX01, menyentuh panel  superconductive magnetnya.

Tiga jenis alat yang bisa membuat kereta MagLev ini melayang 10 cm di atas rel dan melesat hingga melebihi 500 Km/jam. Yaitu superconducting magnets, levitation and guidance coils, dan propulsion coils (seperti gambar di bawah ini).

Bagaiamana MagLev ini beroperasi? Pada keadaan diam hingga kecepatan maksimal 150 Km/jam, Maglev ini masih bergantung kepada roda karena belum melayang. Untuk bergerak, kereta ini tidak menggunakan motor seperti kereta konvensional, tetapi mengandalkan medan magnet. Dengan mengalirkan arus listik ke propulsion coils, akan timbul medan magnet yang akan mendorong kereta ke depan karena gaya tarik dan tolak kutub-kutub magnetnya (sebagaimana gambar berikut).

Terus bagaimana bisa melayang 10 cm di atas tanah? karena propulsion coils , kereta terus bergerak kedepan semakin cepat. Superconductor magnets yang menempel pada kereta mengandung medan magnet, karena bergerak cepat dan dekat dengan levitation and guidance coils yang melekat pada dinding rel, maka coils ini akan berubah juga menjadi magnet sementara yang akan mengangkat kereta dan menjaganya pada posisi melayang karena daya tarik dan tolak kutub2 magnetnya (sebagaimana gambar berikut)

Japanese Railways mengklaim bahwa dengan melayang 10 cm di atas tanah dan dijaga dengan sistem medan magnet akan menjamin operasional yang stabil, bahkan pada saat gempa sekalipun. JR juga mengklaim bahwa teknologi ini sangat aman, karena memiliki sistem pengereman dan back-up power supply yang menjamin pengereman dengan aman ketika terjadi black out. Dengan teknologi yang akan di aplikasikan secara massal mulai tahun 2025 ini, rasanya tidak berlebihan jika Japanese Railways mengatakan akan menantang moda transportasi udara.

Miniatur MagLev

SR75

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s