Semua Manusia Pemula

Posted: February 7, 2011 in Renungan

Semua manusia adalah pemula dalam menjalani hidup di dunia ini. Tidak ada seorangpun yang sudah pernah menjalani kehidupan di dunia ini. Tidak ada seorang manusiapun yang masuk kategori professional dalam menjalani hidup ini. Sebagaimana seorang pemula dalam suatu keahlian, selalu membuat kesalahan dikali pertama, tetapi kesalahan semakin kecil bahkan hilang sama sekali karena sudah terampil, yang akhirnya akan mendapat gelaran professional. Sayangnya, hal tersebut tidak berlaku dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Setiap fase dalam kehidupan adalah kali pertama. Kali pertama memasuki usia 40an, kali pertama rambut mulai menipis, kali pertama merasakan tubuh gampang capek dan sebagainya.

Karena kali pertama itu, maka banyak manusia yang salah langkah, menyia-nyiakan masa muda, mengabaikan nikmat kesehatan, menggunakan waktu yang sangat berharga untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Hidup hanya sekali, waktu tidak bisa dimundurkan jika kita melakukan kesalahan, yang ada hanyalah “nasi sudah menjadi bubur”. Yang dapat dilakukan manusia hanyalah belajar dari kesalahan masa lalu, dan berhati-hati mengatur langkah untuk masa depan.

Dalam mengarungi detik-detik kehidupan, pilihan selalu datang silih berganti menghampiri kita. Pilihan kita dalam melangkah akan menentukan bagaimana nasib kita di masa depan, “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum selama kaum tersebut tidak berusaha”. Alquran dan Al hadist berisi banyak pelajaran dari umat-umat terdahulu, baik yang sukses maupun yang celaka, yang sebaiknya kita pelajari dan pahami untuk menentukan pilihan-pilihan kita dalam mengarungi kehidupan di dunia.

Waktu terus berjalan mengikis jatah kontrak hidup kita di dunia. Tidak seorangpun yang tau kapan kontrak kehidupannya berakhir di muka bumi yang fana ini. Banyak kenyataan bahwa pemutusan kontrak bisa terjadi kapan saja, dalam suasana senang maupun susah, dalam keadaan sehat maupun sakit-sakitan, dalam keadaan muda atau tua, tanpa kompromi. Menghadapi sesuatu yang tidak terprediksi dan terkompromi seperti itu, maka kita sebagai hamba yang sangat lemah di hadapan Allah sudah selayaknya selalu menjaga langkah kehidupan, bersiap diri dan berwaspada setiap saat. Wallahu alam bishawab.

SR75

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s