Pada Malam Hari

Posted: February 7, 2011 in Renungan

Allah telah menciptakan malam hari yang diperuntukkan bagi makhlukNya untuk beristirahat. Pada saat itu, bumi menjadi gelap, yang hanya diterangi oleh bulan dan bintang-bintang dengan cahaya yang lemah. Sang surya yang merupakan sumber utama energi di tatasurya selama kurang lebih 12 jam tidak memberikan energinya, sehingga praktis bumi dan makhluk dipermukaannya berada pada titik terlemahnya.

Pelajaran yang dapat kita ambil dari kejadian-kejadian yang terjadi di malam hari adalah Allah menurunkan Alquran pada malam hari, saat yang lebih mulia dari seribu bulan pun Allah tetapkan pada malam hari (lailatul qodar). Saat yang paling mustajab dalam berdoa kepada Allah pun pada saat shalat malam. Ditetapkan malam, mungkin karena suasana malam penuh dengan kesyahduan, kesunyisenyapan, seluruh makhluk sedang berhenti beraktifitas, sehingga merupakan saat yang tepat untuk khusyuk beribadah kepada Allah, khusus bagi orang-orang yang diberi hidayah oleh Allah. Jadi pada malam hari, dapat menjadi saat-saat yang sangat dekat dengan Sang Khalik.

Namun, sayangnya, bagi sebahagian umat manusia, pada malam hari dapat menjadi saat-saat yang sangat dekat dengan syaitan. Sering kita mendengar kata-kata klab malam, dugem, dunia malam, kupu-kupu malam dan sebagainya. Tempat-tempat seperti ini justru sangat ramai di malam hari, sedang siang hari malahan tutup. Parti-parti yang penuh dengan kemaksiatan, minuman keras dan wanita nakal lebih umum digelar pada malam hari. Jadi pada malam hari, dapat menjadi saat-saat yang sangat jauh bahkan lupa sama sekali terhadap Sang Khalik, bagaimana jika pada saat-saat tersebut malaikatul maut mencabut nyawa kita? Naudzubillahi min dzalik.

Kemudian, jika memperhatikan saat-saat umat manusia menghadapi sakratul maut-pun banyak terjadi pada malam hari. Mungkin, karena secara fisik manusia berada pada kondisi terlemahnya. Sudah menjadi fitrahnya, bahwa saat tidur terlama manusia adalah pada malam hari (kurang lebih 8 jam). Pada saat tidur ini, kita kehilang kontrol 100% terhadap tubuh kita, nyawa kita di pegang oleh Allah. Sangat mudah bagi Allah untuk tidak mengembalikan nyawa kita ke jasad kita di pagi hari, berapa banyak kita mendengar cerita orang meninggal dunia ketika sedang tidur. Jika seseorang mengalami sakit, maka malam hari merupakan saat-saat yang sangat menyiksa, tidak ada kepastian apakah dia bisa melewati malam tersebut atau tidak.

Jadi pada malam hari, bisa menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mencapai ridhoNya, dengan melakukan amal ibadah dan menjauhi maksiat. Namun, sekaligus malam hari bisa menjadi bencana bagi seseorang, jika mengikuti kemauan syaitan. Mudah-mudahan kita digolongkan Allah sebagai orang yang memanfaatkan saat malam hari untuk mendekatkan diri kepadaNya.

SR75

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s