Karakter Membalap Beberapa Top Rider MotoGP

Posted: December 29, 2010 in Sport Review

Ada beberapa top rider MotoGP yang rasanya cukup menarik untuk dibandingkan karakter membalapnya. Diantaranya yang sedang naik prestasinya adalah Jorge Lorenzo, Casey Stoner, Danny Pedrosa dan Ben Spies. Sedangkan Valentino Rossi, adalah rider yang sudah cukup berumur (31) tapi kemampuannya masih merupakan ancaman bagi rider-rider muda ini. Terbukti dengan terganggunya Casey Stoner untuk meraih Juara Dunia kedua di tahun 2008. World title tahun 2010 ini berhasil di pegang oleh Jorge Lorenzo, dan berusaha menampik anggapan bahwa hengkangnya VR ke Ducati merupakan ancaman di tahun 2011, mungkin JL berharap dengan memperhatikan hasil test terakhir di Valencia (VR urutan 15), merupakan awal anjloknya prestasi VR. JL lebih menganggap CS sebagai ancaman serius baginya.

Okeh, dimulai yang paling tua, Valentino Rossi. Siapa yang tidak kenal dengan VR46 ini, figur yang sudah malang melintang di dunia balap roda 2. Sudah 9 kali menjadi juara dunia, orang pertama yang memenangi race berurutan di 2 brand yang berbeda (Honda ke Yamaha). Beberapa karakter membalapnya:

  • Tidak bisa melesat kencang di awal start, tapi dengan naiknya temperatur ban dan semakin ringannya motor karena berkurang bahan bakar, selalu mencatat the fastest lap time setelah beberapa lap, dan akhirnya overtaking-overtaking menarik pun disuguhkannya ke penonton. Hal ini yang menarik di MotoGP.
  • Untuk memenangi dan mempertahankan gelar juara dunia, Vale butuh untuk benar2 memahami tungganngannya dan mendapat dukungan penuh dari pabrikan thd request2nya untuk memperbaiki tunggangannya sesuai keinginannya. Karena itu, ketika Yamaha sudah berpindah ke lain hati (Ke JL), kemudian Furosawa pensiun, dia memilih hengkang ke Ducati yang situasinya spt Yamaha ketika sangat membutuhkannya di tahun 2004.
  • Kestabilan di tikungan, pengereman dan akselerasi merupakan keunggulan Vale. Yamaha yang susah dikendarai akhirnya menjadi the winning machine setelah digauli oleh Vale, karena itulah dia dikenal dengan The Doctor. Dibandingkan motor2 lain, yamaha sangat stabil ketika masuk dan keluar dari tikungan, sehingga overtaking banyak dilakukan pada saat menikung.     
  • Vale tidak begitu unggul pada wet race, karena kelincahannya di trak sangat bergantung kepada tingginya temperatur pada roda.
  • Keahlian unggulannya adalah kemampuannya memberikan feedback teknis kepada mekaniknya untuk melakukan perubahan terhadap tunggangannya sehingga sesuai dengan gaya membalapnya. Jadi, motor harus menyesuaikan diri dengan gayanya, seperti yang sekarang berlaku di Ducati.

Sekarang Jorge Lorenzo (JL), pembalap muda yang sangat bertalenta, sempat membuat VR46 khawatir tersaingi karena kepindahannya dari 250CC ke Fiat Yamaha team. Karakternya:

  • Berani jatuh, tapi cepat belajar dan menyesuaikan diri. Tahun pertama di Fiat Yamaha team, satu kali menang tapi banyak jatuh. Thn ke2 (2008), 4 kali menang, sedikit jatuh. Tahun ke3, 9 kali menang, tidak pernah jauh, dan jadi juara dunia.
  • Cenderung untuk menyesuaikan diri dengan motornya, terbukti dengan sempurnanya dia menyesuaikan diri dengan M1 yang dikembangkan Vale.
  • Mudah untuk menemukan settingan yang sesuai dengan kondisi trak, selalu berada di front row.
  • Sama dengan Vale, tidak begitu melesat di lap2 awal, tapi semakin cepat di lap2 akhir, dan tidak begitu tangguh pada wet race.
  • Membalap dengan pintar, memahami kapan harus memaksa tunggangannya dan kapan harus kalem, sehingga jarang jatuh karena kesalahan. Ketenangan dan kontinuitas ini membawanya menjadi juara dunia 2010

Selanjutnya, Casey Stoner.

Bersambung…

SR75

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s