Produksi Fuel Gases

Posted: November 28, 2010 in Research Progress

Gambar di atas adalah skematik molten katalis reaktor. Dalam penelitian sebelumnya, dengan menggunakan molten katalis untuk memfasilitasi reaksi thermokimia antara solid fuel (batubara atau solid waste) dan agen gasifikasi, maka reaksi dapat dilaksanakan pada temperatur yang relatif lebih rendah (sekitar 900 C).

Proses di atas berhasil mensintesa fuel gases yang terdiri dari hidrogen dan carbon monoksida dari solid fuel. Fuel gases ini dapat digunakan untuk menghasilkan listrik melalui proses tertentu pada gas turbin, fuel cell dan steam turbin. Penelitian juga menemukan bahwa walaupun batubara mengandung sulfur yang berpotensi menjadi polutan dalam bentuk H2S dan COS, tetapi konsentrasi sulfur gas ini tidak ditemukan di dalam komposisi gas yang dihasilkan. Disimpulkan molten katalis juga berhasil menangkap senyawa sulfur.

Model reaktor gasifikasi seperti di atas yang umumnya tanpa katalis banyak dimanfaatkan dalam bidang pembangkit energy listrik maupun pengelolaan limbah (misalnya limbah sampah perkotaan) di Jepang. Negara Jepang giat melakukan riset dan pengembangan terhadap pemanfaatan teknologi gasifikasi ini untuk menggantikan menggantikan teknologi konvensional pembakaran karena memberikan keuntungan selain efisiensi yang lebih tinggi, juga lebih ramah lingkungan karena mengurangi emisi gas rumah kaca.

Di bidang pembangkit tenaga listrik, riset dan pengembangan di Jepang di arahkan pada kemungkinan pemanfaatan limbah sebagai bahan bakar untuk mengurangi konsumsi batubara, pemanfaatan katalis untuk meningkatkan proses gasifikasi, dan pengintegrasian fuel cell dengan fasilitas pembangkit listrik. Pemanfaatan limbah, misalnya sampah perkotaan, dalam sistem gasifikasi untuk pembangkit listrik ini sangat menunjang pelaksanaan konsep recoveri sampah, yaitu dari limbah padat menjadi bahan bakar gas.   Sistem pengelolaan sampah perkotaan di Jepang umumnya memanfaatkan proses destruksi termal (gasifikasi) ini, yang akan menghasilkan bahan bakar gas yang minimal cukup untuk membangkitkan energi listrik di dalam fasilitas pengelolaan sampah perkotaan itu sendiri. Konsep masa depannya, sampah tidak lagi menjadi masalah tetapi menjadi salah satu sumber energi masa depan menggantikan minyak bumi dan batubara yang semakin menipis. Suatu saat di masa depan, bisa jadi Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) tidak dibutuhkan lagi karena sampah dapat direkoveri menjadi energi.

SR75

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s