Peta MotoGP 2010 dan 2011

Posted: September 23, 2010 in Sport Review

Musim 2010 ini, Vale hanya sekali menang di Qatar, setelah itu Lorenzo yang menguasai podium. Vale mengaku sangat terganggu dengan cidera di bahunya akibat motocross training setelah memenangi GP Qatar, yang kemudian diperparah dengan patah tulang tibia waktu FP di depan fansnya di Mugello Itali yang memaksanya harus absen 4 kali race. Sementara Pedrosa dengan RC212Vnya dan Stoner dengan Desmosedici GP10 selalu di-outpaced oleh Lorenzo dengan M1-nya, sehingga praktis hingga race di Brno (race ke-10), Lorenzo selalu menguasai Podium. Namun mulai race ke-11 (Indianapolis), nampaknya Honda sudah berhasil mengatasi masalah front end-nya sehingga mengantarkan Pedrosa menang 2 kali berturut-turut sekaligus memecahkan rekornya sendiri menang lebih dari 2 kali dalam satu musim. Sedangkan Stoner, setelah memperbaiki distribution weight-nya Desmosedici GP10, langsung melejit memenangi race minggu terkini Aragon (13), Pedrosa no 2 sedangkan Lorenzo pertama kalinya dimusim 2010 ini finish diluar podium sekaligus pertama kali bagi M1 sejak 2007, setelah dim0ved oleh Hayden dengan red bike-nya di turn terakhir last lap, yang bakalan ditunggangi Vale di tahun 2011, sedikit banyaknya mempengaruhi mental Lorenzo. Dengan beda point 56 antara Lorenzo dan Pedrosa, sedangkan masih tersisa 125 point untuk diperebutkan pada 5 race tersisa, kemudian melihat Honda dan Ducati kembali Strong, maka wajar kalau Lorenzo mulai ketar-ketir dengan Crown 2010 yang sudah hampir diraihnya.

Melihat peta 2010 di atas, nampaknya Lorenzo sangat diuntungkan oleh cideranya valentino rossi dan masalah ketidakstabilan yang dihadapi oleh Honda dan Ducati. Pada race di Aragon yang memiliki banyak trak lurus, terlihat bahwa power Yamaha M1 sangat jauh dibawah p0wer Honda dan Ducati. Selama ini sejak 2004, Yamaha bisa memenangi 4 kali MotoGP title karena hanya mengandalkan keseimbangan dan kestabilannya, yang dikembangkan oleh the Doctor bersama Burgess and crews yang didukung oleh Furusawa. Jika Honda dan Ducati dengan rider seperti Pedrosa dan Stoner (bakalan rossi tahun depan) sudah berhasil mengatasi masalah kestabilan dan kesetimbangan, maka dapat dipastikan Lorenzo dan M1-nya untuk 5 race tersisa, dan musim 2011 mendatang, bakalan sering terlempar dari podium. Maka, 5 race tersisa ini dapat dijadikan prediksi kekuatan ketiga bike untuk musim 2011. Jika 5 race tersisa ini terbukti Honda dan Ducati tidak inferior lagi thd M1, dipastikan tahun 2011 Lorenzo dan Yamaha bakalan menemui masalah besar, apalagi Vale yang menunggangi the red bike.

Banyak yang mengatakan Lorenzo sering menang karena menunggangi M1 yang memang bike terbaik saat ini, yang dikembangkan oleh Vale sejak 2004, ketika waktu itu Yamaha merupakan bike yang dipandang sebelah mata, yang belum pernah menang sejak wayne rainey (hampir 12 thn), dan langsung menang di GP Welkom South Africa (race 1 musim 2004) setelah kejar-kerjaran dengan Biaggi (Honda) ketika Vale dan Burgess hijrah dari Honda ke Yamaha tahun 2004. Selanjutnya Yamaha berturut-turut memenangi MotoGP title 2004, 2005, 2006 dan 2007 (runner up), 2008, dan 2009. Vale pernah berkomentar bahwa sangat aneh kalau Yamaha memiliki 2 pembalap yang kuat, maka dia melemparkan statement agar Yamaha memilih dia atau Lorenzo setelah 2010. Dilain pihak, Yamaha membutuhkan pembalap masa depan (Lorenzo), dan tetap mempertahankan Lorenzo. Sehingga akhirnya Vale memilih hijrah ke Ducati, yang sudah sejak lama menantinya.

Nampaknya, Vale ingin mengulang kesuksesannya tahun 2004 dulu, ingin menunjukkan bahwa dia memenangi MotoGP karena faktor Ridernya.  Kabar terakhir, Jerry Burgess beserta crewnya semuanya akan mengikuti Vale ke Ducati. Kalau memperhatikan karakter Yamaha dan Ducati, mungkin yang perlu dipoles oleh Vale terhadap Ducati hanyalah menambahkan keseimbangan dan kestabilan terutama ketika memasuki dan keluar dari tikungan, hal yang merupakan keahliannya saat mengubah M1. Perkara power tidak masalah, karena sudah menjadi rahasia umum bahwa power Ducati jauh lebih besar dari pada Yamaha. Sekali Vale dan Burgess berhasil meningkatkan kestabilan Ducati, easy to ride, then 2011 will be the Vale-Ducati’s year.

SR75

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s