City Bus Jepang untuk Indonesia?

Posted: September 23, 2010 in Latest Technology

Banyak sudah dana habis digunakan oleh pejabat kita untuk study banding ke luar negeri, tetapi sayangnya mungkin belum ada sistem di LN yang secara nyata teraplikasikan ke kehidupan nyata di Indonesia. Kata salah seorang mantan wapres, gak perlu studi banding karena sudah ada internet. Mungkin juga, gak perlu lagi studi banding wahai pejabat, karena banyak generasi mudamu yang sedang studi di LN, cukup mintak pencerahan dari mereka saja.

Terlepas dari polemik perlu tidaknya studi banding yang menghabiskan uang rakyat itu, saya ingin sedikit berbagi informasi tentang sistem city bus di Jepang.

Di kota Nagoya, city bus merupakan transportasi publik andalan kedua setelah subway, yang dikelola oleh pemerintah kota Nagoya. City bus terutama sangat dibutuhkan untuk menghubungkan daerah-daerah luar kota yang belum terakses oleh subway, tetapi juga menghubungkan pusat2 kota hanya jadwalnya lebih jarang dibandingkan subway.

Yang perlu diancungkan jempol, adalah ketepatan terhadap jadwal yang sudah dibuat. Mungkin karena alasan inilah transportasi publik di negara Jepang menjadi pilihan utama warganya. Hal yang sangat bertolak belakang dengan transportasi publik di Indonesia. Jika menginginkan mengatasi kemacetan karena kendaraan pribadi dan angkutan umum, maka pemerintah kita harus memperbaiki angkutan publiknya yang didasarkan pada pelayanan dengan ketepatan waktu, kenyamanan dan keamanan.

City bus di Nagoya, tidak berhenti di sembarang tempat, tetapi pada bus sta.2 yang berjarak satu sama lainnya kurang lebih 200 m. Jadi setiap penumpang hanya naik dan turun di point2 tersebut. Pemberhentian yang tertentu seperti ini setidaknya juga membantu mengurangi kemacetan lalu lintas. Jadwal bis terpampang dengan jelas di situ, dan bisa juga diakses dengan internet. Bus dilengkapi dengan AC dan tombol untuk mintak berhenti di bus sta. selanjutnya.

Tentang tiket, banyak paket2 menarik yang menyebabkan warga menjatuhkan pilihannya menggunakan transportasi publik daripada kendaraan pribadi. Misalnya, untuk pelajar diperbolehkan membeli komuter pass yang harganya jauh lebih murah dibandingkan harga tiket regular. Pada hari sabtu dan minggu serta hari libur, dijual tiket one day pass baik untuk subway dan city bus yang harganya sangat murah, berlaku untuk seluruh jurusan selama dilayani oleh city subway dan bus. Kadang, dengan menunjukkan one day pass tersebut, akan mendapatkan diskon jika masuk ke kebun binatang atau lokasi-lokasi wisata lainnnya. Hal-hal kecil yang saling menunjang pelayanan publik tersebut membuat warga Jepang jatuh cinta untuk memanfaatkan transportasi publik dibanding kendaraan pribadi.

Kondisi seperti di atas, rasanya bisa diterapkan untuk kota-kota di Indonesia, terutama yang sedang dalam taraf membangun sistem transportasinya. Jika Damri tidak bisa mengambil peran ini, mungkin pemerintah kota lokal mulai memikirkan untuk memiliki city busnya sendiri.

SR75

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s