Kualitas Helm F1

Posted: August 7, 2009 in Sport Review

Kualitas helm F1 ramai menjadi fokus berita setelah kejadian Filippe Massa menabrak spring coil Brawn Marcedes pada kecepatan tinggi (>300 km/jam) tepat di mata sebelah kirinya pada saat kualifikasi GP Hungaria. Walau sempat tidak sadar sesaat setelah kejadian yang mengakibatkan kendaraannya menabrak pembatas pada kecepatan tinggi, hasil analisis medis menunjukkan bahwa impact spring coil tersebut minimum, dan sekarang Filippe Massa sudah dalam kondisi stabil.

Karena spring coil itu langsung menghantam helm Massa tanpa ada benturan pertama dengan kendaraan, sehingga dapat dipastikan bahwa helm F1 tersebutlah yang menyelamatkan hidup dan karir Massa.

Helmet regulasi yang dikeluarkan oleh FIA, FIA 8860-2004, merupakan proses yang panjang selama 8 tahun. Regulasi tersebut diadopsi oleh 3 perusahaan helm, yaitu Arai, Bell dan Schuberth, yang memproduksi helm yang akhirnya menjadi helm yang diwajibkan oleh World Motor Sport Council pada 2004.

Helm tersebut harus cukup ringan (1250 gr), semakin ringan helm akan mengurangi beban berat yang ditanggu leher driver ketika menghadapi G-Force. Tetapi, walau ringan helm tersebut harus super kuat untuk menyerap impact dan tahan pada saat tumbukan, seperti yang ditunjukkan pada kejadian Massa.

Untuk meyakinkan ukuran helm benar-benar tepat dengan kepala driver, pertama kepala driver discan untuk mendapatkan life-sized modelnya, replica ini kemudian dibungkus lapisan demi lapisan dengan high-performance carbon fibre. Sehingga, masing-masing driver selalu memiliki helm yang berbeda ukurannya.

Sebelum digunakan, helm menjalani test yang sangat ekstrim. Misalnya untuk mensimulasikan impak, helm diangkat pada ketinggian tertentu kemudian dibenturkan dengan berbagai jenis objek seperti permukaan datar, sudut yang tajam, permukaan melengkung, dan sebagainya.

Test wajib lainnya adalah, helm harus tahan terpapar suhu 800 Celcius selama 45 detik dimana suhu maksimum dalam helm harus tidak melebihi 70 Celcius. Sedangkan kaca visor harus lulus uji tembakan proyektil dengan kecepatan 500 km/jam dengan impak maksimum tidak melebihi kedalam 2.5 mm.

SR75

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s