Jet Fighter: F-22 Raptor

Posted: July 13, 2009 in Latest Technology

F22_Raptor

F-22 Raptor, didesain oleh US dalam era cold war dalam rangka menghadapi segala macam jet fighter uni soviet. Tapi sampai sekarang, jet ini belum dijual keluar US. Alasannya, dari kongres amerika, supaya teknologi canggih ini tetap ditangan US. Tapi, menurut pihak diluar amerika, jet ini mempunyai kekurangan mengakibatkannya terlalu mahal dalam operasional. Penasaran? ikuti terus artikel ini.

F-22 Raptor, memiliki kecepatan lebih dari 2 kali kecepatan suara, ketinggian jelajah lebih dari 50.000 ft, dilengkapi dengan double meriam 20mm cannon, misil yang dipandu laser, dan bom dipandu GPS. Uniknya, misil dan bom tersebut disimpan dalam badan pesawat, dan otomatis keluar ketika ditembakkan. Penyimpanan perangkat senjata dalam badan pesawat ini ada kaitannya dengan kemampuan siluman (stealth) jet ini.

Menurut pendesainnya, hingga sekarang, jet-jet tempur yang menguasai angkasa baru berhasil menggabungkan 5 feature: speed, firepower, endurance, manoeuvrability, dan situational awareness. Tetapi, satu lagi kemampuan yang harus dimiliki jet masa depan, invisibility. Kemampuan ini tidak bisa ditawar, menurut pendesainnya, kalau melihat sejarah ketika Israel perang dengan negara arab tetangganya, egypt dan syria. October 1973, kala itu Israel kuat diangkasa dengan jet2 yang disuplay Amerika, menyadari itu, Egypt dan Syria menggunakan meriam surface to air missile (sarm) untuk merontokkan jet2 israel. Menghindari serangan sarm ini, jet2 Israel terbang rendah, tetapi akhirnya mereka menjadi sasaran empuk new radar directed gun system milik Egypt dan Syria. Mempelajari hal ini, sekali dengan bangga, US mengklaim memimpin teknologi tempur angkasa, dengan menambahkan feature ke6, invisibility, tidak terdetek oleh radar maupun infrared, dikemas dalam teknologi F-22 raptor.  Menurut pendesainnya, belum ada jet tempur dimuka bumi ini yang punya semua 6 feature sekaligus tersebut.

Tetapi, sampai sekarang, bisa dibilang, teknologi ini masih premature. Belum bisa melaksanakan operasi tempur. Kenapa? ada kekurangan yang mengakibatkan jet tempur ini mahal operasionalnya. Dalam satu jam terbang, pesawat ini harus dimaintenance selama 30 jam untuk melapisi dan memperbaiki kembali bodinya agar tetap invisible. Bayangkan, kapan perangnya? lebih banyak dilulur daripada kerja. Dari segi biaya, maintenance tersebut menghabiskan biaya sekitar 40.000 USD (untuk 1 jam operasi), bandingkan dengan rata2 jet tempur lain (mis. eurofighter) yang hanya sekitar 30.000 USD untuk rata2 sekali operasional (jelas lebih dari sejam). Disamping itu, harga perunitnya sekitar 100 juta USD, 2 kali lebih mahal dari jet tempur 5 feature. Tapi, anehnya, Jepang kok ngebet banget sih pengen beli?

SR75

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s